<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indi on The Blog</title>
	<atom:link href="http://indi.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indi.web.id</link>
	<description>Hari ini mengikuti, besok diikuti</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 03:08:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Arti Idul Fitri</title>
		<link>http://indi.web.id/54/</link>
		<comments>http://indi.web.id/54/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 03:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indi.web.id/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Arti Idul Fitri “Allahhu akbar Allahhu akbar Allahhu akbar&#8230;&#8230;” suara takbir menggema di kampung halamanku. Besok adalah idul fitri. “Yah&#8230;.. besok sholat iednya di mana?” tanyaku pada ayah sambil menyalakan mercon. “Ya di lapangan dekat K.U.A dong&#8230;..” jawab ayah sambil membantu adikku memegangi kembang api pijar kecil. “Ha ha ha&#8230;&#8230; mbak Nisa aneh&#8230; ya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- p { margin-bottom: 0.08in; } --><span style="font-size: large;">Arti Idul Fitri</span></p>
<p>“<span style="font-size: medium;"><em>Allahhu akbar Allahhu akbar Allahhu akbar&#8230;&#8230;</em>” suara takbir menggema di kampung halamanku. Besok adalah idul fitri. “Yah&#8230;.. besok  sholat iednya di mana?” tanyaku pada ayah sambil menyalakan mercon. “Ya di lapangan dekat K.U.A dong&#8230;..” jawab ayah sambil membantu adikku memegangi kembang api pijar kecil. “Ha ha ha&#8230;&#8230; mbak Nisa aneh&#8230; ya di lapanganlah&#8230;. masa di kandang gajah? Ha ha ha ha ha&#8230;.” tawa sepupuku yang bernama Lia. Sepupuku yang lain ikut tertawa. Aku mendengus kesal, lalu tertawa ikut terbahak-bahak. “Mbak Dannisa&#8230;.. masuk yuk&#8230;. dingin nih&#8230;.. bbbrrrrr!” kata sepupuku yang bernama Lina, kembarannya Lia. Aku memperhatikannya sesaat, kemudian berkata,” Siapa suruh pakai tank top? Hahaha&#8230;” tawaku. “Iiih&#8230;. mbak Dannisa ikut enggak?! Kalau nggak ikut ya sudah&#8230;.. aku masuk sendirian..!” kata Lia. “Eeh&#8230;.. tunggu&#8230;. aku&#8230;!” kataku sambil mengejar Lina. O iya&#8230;. namaku Dannisa Putri Muslimah. Ada yang memanggilku Nisa, Annis dan ada juga yang memanggilku Dannisa.<span id="more-54"></span></span></p>
<p><span style="font-size: medium;">Aku segera menyiapkan baju lebaran yang akan kupakai besok. Seperti kemarin malam, aku tidur bersama sepupu-sepupuku dikamar nenek yang besar. Disana sebelum tidur, nenek ceramah. “ Jadi&#8230;.. Idul Fitri itu artinya mensucikan diri atau kembali fitri, cucuku&#8230;” nenek menutup ceramahnya dan meminta aku dan sepupu-sepupuku tidur.</span></p>
<p><span style="font-size: medium;">Esoknya, nenek membangunkanku dan menyuruhku untuk mandi. Aku segera mandi. Setelah berganti baju dengan baju yang kusiapkan semalam, aku segera berangkat sholat ied. Saat sholat ied, aku merasa senang sekali. Begitu pulang, aku langsung berlari pulang ke rumah nenek. Tak lama setelah aku sampai di rumah, ibu menyuruhku sungkem dengan nenek dan kakek. Aku segera sungkem. Saat sungkeman, aku diberi uang oleh kakek, nenek, dan paman bibiku. “ Wow! Uang lebaranku RP. 600.000-,!” teriakku setelah menghitung uang lebaranku. “ Ini dia bagian yang kusuka saat lebaran, uang!” teriakku. “Eeeh&#8230;&#8230; lebaran yang dipentingkan bukan uang dan bukan opor ayamnya dong&#8230;&#8230;. yang dipentingkan adalah kembali fitri&#8230;” kata nenekku mengingatkan ceramahnya semalam. Aku dan keluarga besarku tertawa terbahak-bahak.</span></p>
<p><!-- p { margin-bottom: 0.08in; } --><!--more--></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indi.web.id/54/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Shaun the Sheep!</title>
		<link>http://indi.web.id/shaunsidomba/</link>
		<comments>http://indi.web.id/shaunsidomba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 10:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indi.web.id/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang, para pembaca sekalian pasti tidak asing dengan film shaun the sheep. Ya, film domba yang imut, lucu dan banyak ulah ini memang sedang tenar. Di pinggiran jalan saja, banyak yang menjual boneka shaun the sheep. Apalagi di mall. Di mall banyak aksesoris yang bergambar shaun the sheep. Mulai dari sandal tidur, bantal, boneka, guling, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang, para pembaca sekalian pasti tidak asing dengan film shaun the sheep. Ya, film domba yang imut, lucu dan banyak ulah ini memang sedang tenar. Di pinggiran jalan saja, banyak yang menjual boneka shaun the sheep. Apalagi di mall. Di mall banyak aksesoris yang bergambar shaun the sheep. Mulai dari sandal tidur, bantal, boneka, guling, figurin, tas, mainan,  celengan, dan masih banyak lagi. Ssst&#8230; ternyata shaun the sheep yang kita tonton itu mainan asli lho! Mulut mereka pun ada beberapa. Si anjing atau Blitzer punya 8 mulut, domba punya 5 mulut, dan the farmer punya 16 mulut. Semua propertinya seperti pohon, semak dan lainnya itu ditempelkan ke atas lempengan besi. Di bawah setiap properti ada maghnetnya. Rumputnya terbuat dari kain flanel. Nah, kembali lagi ke soal keterkenalan shaun the sheep. Shaun the sheep sebenarnya sudah ada di Disney Channel sejak lama. MNC TV kemudian menyetel di Indonesia. Dan&#8230;.. sekarang shaun the sheep sudah terkenal&#8230; wow!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indi.web.id/shaunsidomba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman  Kumpul Para Blogger</title>
		<link>http://indi.web.id/pengalaman-kumpul-para-blogger/</link>
		<comments>http://indi.web.id/pengalaman-kumpul-para-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 06:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indi.web.id/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu aku sedang menonton TV sendirian di rumah. Sebenarnya aku tidak benar-benar sendiri. Ali, adikku sedang tidur. Yang menjaga aku adalah Budhe Iss. “Tanggal 9 Juli 2011&#8230;..” kataku saat melihat kalender. Aku pun melanjutkan menonton TV. Tak berselang lama, ibuku menelpon. “Ndi&#8230;. ibu dah mau pulang&#8230;.. udah di JEC. Budhe Iss suruh pulang duluan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu itu aku sedang menonton TV sendirian di rumah. Sebenarnya aku tidak benar-benar sendiri. Ali, adikku sedang tidur. Yang menjaga aku adalah Budhe Iss. “Tanggal 9 Juli 2011&#8230;..” kataku saat melihat kalender. Aku pun melanjutkan menonton TV. </p>
</p>
<p>Tak berselang lama, ibuku menelpon. “Ndi&#8230;. ibu dah mau pulang&#8230;.. udah di JEC. Budhe Iss suruh pulang duluan aja&#8230;.. biar budhe Ifadah yang nemenin kamu&#8230;.. paling seperempat jam lagi ibu nyape dirumah&#8230;.” kata ibuku di telepon. “O iya&#8230;. ibu mau ngomong sama budhe Iss,” kata ibuku lagi. Lalu, aku menyerahkan gagang telpon itu ke budhe Iss. Tak lama setelah budhe Iss berbicara di telpon dengan ibuku, dia pun pulang. </p>
</p>
<p>Karena bosan menonton TV, aku bercerita dengan budhe Ifadah. Benar juga, setelah seperempat jam berlalu, ibu dan bapakku pulang. “Adik mana?” tanya ibuku. “Bobo&#8217;,” jawabku. Setelah itu, ibu menyuruhku berganti pakaian. Aku menurut saja. Saat aku berganti pakaian, adikku bangun dari tidurnya. Ternyata aku akan diajak ke Krapyak dan ke Joglo. Aku membawa novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Saat di Krapyak, bapakku ke pondok pesantren yang mengadakan acara ini. Aku, ibu dan Ali menunggu di mobil. Ali bercerita dengan ibuku sementara aku membaca novel Laskar Pelangi. Bapak kembali ke mobil lagi. </p>
</p>
<p>Kami segera melanjutkan perjalanan menuju Joglo. Diperjalanan, bapak salah jalan sehingga kami terlambat. Sampai di Joglo, aku, ibu dan adikku membuat PopMie. Setelah membuat PopMie, aku ikut mendengarkan diskusi acara “Pertemuan Blogger” karena aku juga salah satu Blogger. Aku juga Blogger termuda dalam acara itu karena usiaku baru 9 tahun . </p>
</p>
<p>Aku menyukai diskusi ini karena dalam diskusi ini, banyak video-video yang menarik tentang perkembangan tekhnologi. Aku sangat tertarik pada video yang menceritakan seorang pria akan makan malam bersama pacarnya. Namun dia marah pada pacarnya. Dia pun meminta saran rumahnya. Rumahnya menawarkan makanan China. Saat pacarnya menelpon, rumahnya mengalihkan perhatian pria itu agar menonton pertandingan sepak bola. Tekhnologi memang semakin berkembang. Ada juga video tentang Hand Phone dari masa ke masa. Contoh: tahun 2007 Hand Phonenya adalah BlackBerry, lalu pada tahun 2010  Hand Phonenya adalah iPhone, dan lain-lainnya. Ada juga video yang menunjukan bahwa sekarang ini, manusia lebih takut  Hand Phonenya ketinggalan dari pada dompetnya yang ketinggalan. Karena perkembangan zaman inilah, apa pun bisa dengan mudah kita lakukan hanya dengan membawa sebuah alat dengan ukuran setelapak tangan yang disebut Hand Phone. </p>
</p>
<p>Makin lama aku bosan karena topik pembicaraannya bukan topik yang aku sukai. Aku mulai melanjutkan membaca  novel Laskar Pelangi. Tak lama, adikku diambilkan laptop milik ibuku. Keasyikan membacaku terganggu karena adikku memainkan game Zuma Deluxe. Aku ingin ikut bermain game itu. Aku menghentikan membacaku karena aku mulai asyik bermain game Zuma Deluxe. Karena adikku ingin bermain game, aku membaca lagi. Malam telah larut sementara acara belum selesai. Ibuku menyarankan aku untuk tidur. </p>
</p>
<p>Saat aku bangun, aku sudah berada dirumah! Lalu bapakku menceritakan bahwa, “Mau mbengi ki, koe turu&#8230;. nek adek digendong le melbu neng mobil&#8230;. nek koe digugah ibu njok dituntun neng mobil&#8230; (Tadi malam, kamu tidur&#8230;. kalau adik digendong ke mobil&#8230;.. kalau kamu dibangunkan lalu dituntun ke mobil)” kata bapakku sambil tertawa. Masa&#8217; sih?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indi.web.id/pengalaman-kumpul-para-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebersihan Adalah Teman</title>
		<link>http://indi.web.id/kebersihan-adalah-teman/</link>
		<comments>http://indi.web.id/kebersihan-adalah-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 02:37:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ceritaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indi.web.id/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Salsa adalah anak yang tidak terlalu pandai. Namun&#8230;&#8230;.ia sangat cinta kebersihan juga baik hati. Sebaliknya Silsi adalah anak yang sangat pintar namun ia jahat dan suka buang sampah sembarangan. Suatu hari Salsa menegur Silsi. “Sil&#8230;&#8230;..kamu itu pintar tapi kok tidak mau buang sampah pada tempatnya sih? Bukankah kamu sudah belajar akan &#8216;GLOBAL WARMING&#8217;?” Kata Salsa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salsa adalah anak yang tidak terlalu pandai. Namun&#8230;&#8230;.ia sangat cinta kebersihan juga baik hati. Sebaliknya Silsi adalah anak yang sangat pintar namun ia jahat dan suka buang sampah sembarangan. Suatu hari Salsa menegur Silsi. “Sil&#8230;&#8230;..kamu itu pintar tapi kok tidak mau buang sampah pada tempatnya sih? Bukankah kamu sudah belajar akan &#8216;GLOBAL WARMING&#8217;?” Kata Salsa kepada Silsi. “Heh&#8230;&#8230;&#8230;.kamu itu cerewet. Aku kakak kelas kelasmu&#8230;&#8230;.tahu!” Kata Silsi. Memang Silsi adalah kakak kelas Salsa dan orangtua mereka bersahabat jadi nama mereka mirip. “Tapi&#8230;&#8230;&#8230;.kebersihan itu harus dijaga&#8230;&#8230;.. apalagi kita masih SD&#8230;&#8230;jadi dibiasakan buang sampah pada tempatnya&#8230;..” kata Salsa membela yang benar. “Terserah kamu&#8230;&#8230;&#8230;..aku itu kakak kelasmu jadi seharusnya aku yang mengatur kamu bukan kamu yang mengatur aku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;aku lebih dewasa, lebih pintar. Kamu? Bodoh dan jelek&#8230;.” kata Silsi mengejek. Tentunya Salsa yang lebih mud a tersinggung. “Sil&#8230;&#8230;..orangtua kita bersahabat namun kenapa kita tidak&#8230;&#8230;? kenapa kau mengejekku Sil&#8230;.? kenapa kau jahat?”kata Salsa. Matanya mulai penuh air mata. “&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;”Silsi terdiam. Ia menyadari ucapannya tadi menyinggung perasaan temanya itu. Salsa berlari pergi.”Apa yang aku katakan?”kata Silsi. Buang sampah pada tempatnya ya? Oke&#8230;&#8230;..pikir Silsi. Sejak tiga hari setelah itu Salsa dan Silsi belum pernah bertegur sapa.. Pada hari keempat Silsi berkata. ”Salsa&#8230;&#8230;&#8230;.. maafkan aku&#8230;&#8230;.aku mungkin salah&#8230;..kau mungkin benar&#8230;&#8230;.dan&#8230;..dan aku sudah melakukan yang kau minta&#8230;&#8230;&#8230;..aku m4embuang sampah pada tempatnya&#8230;&#8230;” kata Silsi. “Kau melakukan semua itu?” kata Salsa. “Ya aku salut padamu&#8230;&#8230;. hal yang menurut orang sepele kau perhatikan” kata Silsi. “Aku sadar&#8230;&#8230;&#8230;kebersihan itu teman.Teman yang membuat orang lain bahagia”kata Silsi. Aaah&#8230;&#8230; akhirnya ia sadar juga&#8230;.pikir Salsa. Mereka berdua lalu berpelukan.</p>
<p> TAMAT</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indi.web.id/kebersihan-adalah-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bunga di Pot Emas</title>
		<link>http://indi.web.id/bunga-di-pot-emas/</link>
		<comments>http://indi.web.id/bunga-di-pot-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 02:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gambarku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indi.web.id/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://indi.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Bunga-di-pot-emas_large.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indi.web.id/bunga-di-pot-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ICE CREAM IS FUN</title>
		<link>http://indi.web.id/ice-cream-is-fun/</link>
		<comments>http://indi.web.id/ice-cream-is-fun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 03:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ceritaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indi.web.id/ice-cream-is-fun/</guid>
		<description><![CDATA[“Marina!!!!!” panggil Irta dari luar.”Iya, iya&#8230;&#8230; ngapain sih pagi buta begini panggil-panggil ?”kata Marina dengan nada marah. Waktu itu memang masih jam 04.30.”Ya lari pagilah&#8230;&#8230;libur begini enaknyakan lari pagi”kata Irta.”Jangan lari pagi deh&#8230;&#8230;bersepeda saja ya?”kata Marina. “Oke, tapi aku ambil sepeda dulu ya?”kata Irta.”Oke”jawab Marina.”Eh aku mau bawa brownies ah”kata Marina sambil masuk lagi ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Marina!!!!!” panggil Irta dari luar.”Iya, iya&#8230;&#8230; ngapain sih pagi buta begini panggil-panggil ?”kata Marina dengan nada marah. Waktu itu memang masih jam 04.30.”Ya lari pagilah&#8230;&#8230;libur begini enaknyakan lari pagi”kata Irta.”Jangan lari pagi deh&#8230;&#8230;bersepeda saja ya?”kata Marina. “Oke, tapi aku ambil sepeda dulu ya?”kata Irta.”Oke”jawab Marina.”Eh aku mau bawa brownies ah”kata Marina sambil masuk lagi ke dalam rumah.</p>
<p> Saat sedang bersepeda Marina berkata “eh aku lapar nich”kata marina. “Oke kita makan brownies mu dulu yuk” ajak Irta yang ingat tentang brownies milik Marina.”Eh iya ya&#8230;&#8230;.aku kok lupa ya&#8230;”kata Marina mulai ingat.</p>
<p>“Eh, tiba-tiba aku kok ingin membuat ice cream ya?”kata Irta saat makan brownies.“Eh iya aku juga”kata Marina mendengar perkataan sahabatnya.”Kalau begitu nanti kamu ke rumah ku ya? Kita buat ice cream yang super doubel lezat”kata Irta sambil mengacungkan jempolnya.”Okelah kalau begitu”kata Marina sambil menirukan gaya mbah Surip. Mereka tertawa bersama.</p>
<p> Di rumahnya, Irta menyiapkan semua yang mereka butuhkan. Sementara Marina menyiapkan baju celemeknya. </p>
</p>
<p> “Irta!!!”panggil Marina. “Sudah siap belum ?”tanya Irta sambil menengok keluar jendela.”Hihihi”tawa Irta melihat Marina memakai pakaian koki lengkap dengan alatnya.”Huh&#8230;&#8230;..”kata Marina bercanda. ”Ayo masuk” ajak</p>
<p> Irta menggandeng tangan sahabatnya itu. “Aku sudah siapkan lho&#8230;.”kata Irta sambil mengajak Marina masuk ke dapur. ”Sebentar aku mau ke toilet. Kamu boleh mulai buat. Buku resepnya di dekat kulkas” kata Irta. Secepat kilat ia berlari ke toilet. “Heh&#8230;..ya sudah&#8230;.”kata Marina.”Hai Marina, ini aku bawakan susu dan kue”kata Irta menyodorkan satu nampan susu dan kue.”Eh iya&#8230;..makasih”kata Marina. ”Itu&#8230;rin ambilkan susunya dong”kata Irta. “Ha&#8230;..rin? Kenapa kam panggil aku rin?”tanya Marina. “Ya&#8230;.biar lebih mudah”kata Irta tetap sibuk. “Ooooooh&#8230;.”Marina mengerti.”Ini sekarang di mixer dulu” kata Marina. ”jreeng&#8230;.”kata Irta senang. Ice cream nya sudah jadi.”Dan ini sangat menarik”kata Marina. Mereka berdua berpandangan. ”Hore!!!! ” mereka berdua berseru. “Eh&#8230;&#8230;&#8230; kita buat lagi yuk” kata Marina. ”Buat berapa?” tanya Irta. ”Buat&#8230;&#8230;4 saja”kata Marina.”Hah&#8230;..?apa nggak salah?”kata Irta kaget. “Kalau kita tidak memikirkannya pasti selesai” hibur Marina.mereka segera membuat lagi. ”1,2,3,4” Hitung Irta. ”Nggak terasa ya” kata Marina. Mereka senang. ”Hore” mereka berseru.”Sekarang saatnya makan!!!!!!!!!!!!!!”kata Irta girang</p>
<p>m</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indi.web.id/ice-cream-is-fun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEMBALINYA SAHABAT</title>
		<link>http://indi.web.id/tessss-2/</link>
		<comments>http://indi.web.id/tessss-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 16:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ceritaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indi.web.id/tessss-2/</guid>
		<description><![CDATA[Saat marina bangun, ia segera memakai jilbab. Saat ia bercermin, ia memperhatikan sebuah foto temannya. Irta, itu nama yang tertulis pada foto itu. Marina bergegas keluar. Saat sarapan, marina merengek pada mama. “Ma&#8230;&#8230;&#8230;telepon Irta ya&#8230;&#8230;? suruh dia kesini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..”kata Marina merengek. “Pulsa mama habis&#8230;&#8230;”kata mama tetap sibuk dengan pekerjaan rumahnya. Irta adalah tetangga marina yang dulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat marina bangun, ia segera memakai jilbab. Saat ia bercermin, ia memperhatikan sebuah foto temannya. Irta, itu nama yang tertulis pada foto itu. Marina bergegas keluar. Saat sarapan, marina merengek pada mama. “Ma&#8230;&#8230;&#8230;telepon Irta ya&#8230;&#8230;? suruh dia kesini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..”kata Marina merengek. “Pulsa mama habis&#8230;&#8230;”kata mama tetap sibuk dengan pekerjaan rumahnya. Irta adalah tetangga marina yang dulu tinggal disebelah rumah marina.Merea adalah best friend alias sahabat. Tetapi ekonomi keluarga Irta cukup sulit, sehingga mereka harus pindah ke bandung. Tetapi&#8230;..belum lama ini marina mendapatkan kabar bahwa Irta sudah bisa hidup berkecukupan. Marina mendapatkan ide. Ia kemudian menulis surat untuk Irta. Ini isi suratnya:<span id="more-9"></span></p>
<p>Assalamuallaikum</p>
<p>assss&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Hi Irta baik-baik ajakan? Semoga baik.Disini aku baik-baik aja.Ir&#8230;&#8230;..kamu datang kesini ya? Aku rinduuuuuu banget sama kamu. Please datang yaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>salam sayang Marina Alifia Putri</p>
<p>Setelah Marina menulis surat itu, Marina mengirimkan suratnya. Datang Irta&#8230;&#8230;.datang. Hanya itu yang terlintas dipikiran Marina. 3 minggu telah berlalu.Suatu pagi saat Marina sedang termenung di ayunan depan rumahnya, “Apakah ini rumah Marina Alifia Putri?” tanya seorang bapak-bapak. ”Iya, memang kenapa?” kata Marina. ”Oohh&#8230;&#8230;..ini, ada paket” kata bapak-bapak tadi. “Ooh terimakasih” sahut marina. Saat Marina membaca nama pengirim, yang tertulis adalah Irta Nur Rahmawati. Marina terperanjat, Irta! Ia tak habis pikir akan dikirimi paket oleh Irta. Saat dibuka ternyata isinya adalah boneka cantik. Disitu juga ada suratnya yang berisi:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Assalamuallaikum</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hi juga Marina. Disini aku baik.3 minggu lagi aku akan kerumahmu.Sabar saja ya&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>salam sayang Irta Nur Rahmawati</p>
<p>Setelah beberapa hari, tampak sebuah mobil bermerek jazz dan berwarna biru. Dari mobil itu keluar seorang gadis cantik. Dia memakai baju lengan panjang putih dan rok putih sambil membawa boneka yang sama seperti yang ada dalam paket. Irta! Hati Marina berbunga-bunga. Ingin sekali ia memeluk irta.Secepat kilat Marina berlari menuju Irta. “Irta, akhirnya kamu kesini” kata Marina. ”Berapa lama kamu disini?” tanya Marina sambil melepas pelukannya. ”Aku akan kembali tinggal disini” kata Irta. ”Hah? Hore!” teriak Marina. Sekarang mereka bisa kembali berkumpul sebagai sahabat sejati selamanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indi.web.id/tessss-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://stats.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://stats.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

